Laboratorium Electromagnetic Compatibility (EMC)

Laboratorium EMC berfungsi untuk memastikan kemampuan suatu alat atau perangkat atau sistem dapat berfungsi dengan baik di lingkungan elektromagnetiknya tanpa terpengaruh ataupun menghasilkan interferensi (gangguan) terhadap lingkungannya.

Terdapat 3 jenis pengujian pada Laboratorium Electromagnetic Compatibility (EMC), yaitu:

1.        Pengujian Electrical Fast Transient, Surge, Voltage Dips (1 sistem)

a.         Tujuan dari pengujian

·      Pengujian EFT menguji ketahanan dari suatu perangkat dari adanya tegangan transient yang disebabkan oleh proses switching;

·      Pengujian Surge adalah menguji ketahanan perangkat dari adanya lonjakan tegangan tiba-tiba atau surge yang masuk ke perangkat;

·      Pengujian Voltage Dips adalah untuk menguji ketahanan perangkat dari adanya penurunan tegangan yang masuk ke perangkat.

b.         Alat ukur yang digunakan

·      EFT & Surge Generator EMTEST Compact NX7

·      Variable Transformer EMTEST Compact NX1

c.         Perangkat yang diuji yaitu perangkat yang beroperasi dengan socket AC 1 phase (EFT, Surge test, dan Voltage dips) dan telecom port (EFT dan Surge test).

d.         Fitur yang diujikan yaitu EFT, Surge test, dan voltage dips

e.         Standar Teknis yang digunakan:

·      EFT (CISPR 35, IEC 61000-4-4)

·      Surge (CISPR 35 dan  IEC 61000-4-5)

·      Voltage Dips (CISPR 35 dan  IEC 61000-4-11

 

2.        Pengujian Electrostatic Discharge/ESD (2 sistem)

 

a.         Tujuan dari pengujian ESD adalah untuk menguji ketahanan perangkat dari adanya discharge atau kejut dari listrik statis.

b.         Alat ukur yang digunakan

·         ESD Simulator Ametek NSG 435

·         ESD Simulator Teseq NSG 437

c.         Perangkat yang diuji adalah seluruh perangkat TIK, contoh STB, router, dan lain-lain.

d.         Fitur yang diuji ESD.

e.         Standar teknis yang digunakan CISPR 35 dan IEC 61000-4-2.

 

3.           Pengujian Conducted Emission (3 sistem)

 

a.         Tujuan dari pengujian Conducted Emission adalah untuk menguji emisi elektromagnetik yang dikeluarkan oleh perangkat.

b.         Alat ukur yang digunakan

·      Narda Conducted Emission test sistem

·      Gauss Instruments Conducted Emission test system

·      Rohde & Schwarz TS 9975 Conducted Emission test sistem

c.        Perangkat yang diuji adalah perangkat yang beroperasi menggunakan socket daya jala-jala listrik 1 phase 220 – 250 V, 3 phase 380-400 V, dan port jaringan.

d.       Fitur yang diuji adalah EMC Conducted Emission.

e.        Standar Teknis yang digunakan CISPR 11, CISPR 14, CISPR 15,  CISPR 25 (automotive part), dan CISPR 32.